Pekerjaan Desain dan Beauty Contest Proyek Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah Kota Pekanbaru

Proyek bekerjasama dengan PT. Hutama Karya (Persero), dimana menyiapkan desain instalasi pengolahan air limbah (IPAL) Kota Pekanbaru kapasitas 8100 m3/hari dengan mempertimbangkan semua faktor dalam pemenuhan kebutuhan dan kehandalan sistem pengolahan. Dalam mendesain IPAL, kajian yang dilakukan meliputi pertimbangan kriteria teknis sebagai berikut:

  1. Proyeksi penduduk,
  2. Perhitungan timbulan limbah cair,
  3. Kapasitas IPAL dan periode pentahapan,
  4. Target mutu efluen dan derajat pengolahan,
  5. Diagram alir sistem IPAL (Process & Instrumentation Diagram),
  6. Perhitungan desain IPAL,
  7. Profil hidrolis,
  8. Perhitungan mass balance,
  9. Layout IPAL,
  10. Mekanisme pengurangan bau,
  11. Lampiran gambar desain,
  12. Rencana anggaran biaya,
  13. Perkiraan biaya O&M selama 1 tahun, dan
  14. Kalkulasi desain struktur, MEP, dan E&I.

Desain sistem IPAL yang disiapkan terdiri dari 2 opsi, yaitu IPAL dengan pengolahan biologis Moving-Bed Biological Reactor (MBBR) dan IPAL dengan pengolahan biologis Integrated Fixed-film Activated System (IFAS). Unit IPAL yang didesain tiap sistem antara lain: bar screen, grit chamber, bak ekualisasi, bak aerasi, clarifier, sand filter, UV desinfeksi, gravity thickener, pengolahan lumpur, dan screw press.

Lokasi IPAL Kota Pekanbaru kapasitas 8100 m3/hari, dengan Sungai Sail direncanakan sebagai badan air penerima

Strategi Pengembangan Usaha Air Minum Dalam Kemasan (AMDK), Air Madu, dan Madu PT. Palawi Risorsis

Untuk mengantisipasi peluang dan potensi bisnis AMDK, Air Madu, dan Madu Indonesia ke depan, PT. Palawi Risorsis memerlukan adanya suatu strategis bisnis yang akan menjadi arahan untuk terus dikembangkan terkait dengan ketersediaan dan kehandalan sumber daya air baku dan juga pengolahan air madu yang dapat digunakan, serta manfaat ekonomi yang akan didapatkan oleh perusahaan sejalan dengan investasi yang akan ditanamkan.

Dalam hal ini, IWI membantu PT. Palawi Risorsis dalam menyiapkan suatu strategi untuk pengembangan usaha AMDK, Air Madu, dan Madu, tanpa mengeksploitasi sumber daya secara berlebihan dan dapat memberikan pendapatan kepada perusahaan secara berkelanjutan. Strategi pengembangan yang dilakukan meliputi pekerjaan berikut:

  • Melakukan kajian keandalan sumber mata air eksisting yang menjadi sumber air baku bagi pengembangan produk AMDK, Air Madu, dan Madu di Pabrik AMDK Eksisting (Babakan Madang).
  • Melakukan kajian terhadap operasional eksisting produksi AMDK, Air Madu, dan Madu untuk dapat dijadikan dasar strategi usaha produk AMDK, Air Madu, dan Madu Palawi Risorsis.
  • Melakukan kajian terhadap potensi pasar (market) terhadap produk AMDK, Air Madu, dan Madu yang saat ini telah dijalankan dan zona distribusi yang akan dikembangkan.
Lokasi Pabrik Eksisting ke Titik Sumber Mata Air Cisadon
Area Penyimpanan Galon dalam Pabrik Eksisting
Temuan Mesin AMDK yang kurang terawat
Varian Produk AMDK, Air Madu, dan Madu Perum Perhutani
Pengukuran Langsung Mata Air Cisadon Titik 1
Pengukuran Langsung Mata Air Cisadon Titik 2 (untuk Emergency)
Mata Air Cisadon Titik 3 (belum dimanfaatkan)

Standarisasi Instalasi Pengolahan Air Limbah Bandara PT Angkasa Pura I

Pembuatan Standar Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang diharapkan menjadi acuan atau pedoman untuk PT. Angkasa Pura I (Persero), dengan mempertimbangkan semua faktor terkait pemenuhan kebutuhan dan keandalan instalasi pengolahan air limbah di bandar udara. Kajian yang dilakukan menghasilkan rekomendasi teknis berupa standar desain dan pengelolaan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) pada wilayah bandara, dengan ruang lingkup kegiatan sebagai berikut:

  • Kajian kebutuhan air untuk operasional bandara.
    • Perhitungan kebutuhan air
    • Acuan sebagai dasar pemenuhan kebutuhan air
  • Review kondisi pengolahan air limbah
    • Review sistem dan kinerja unit IPAL dan kualitas efluen dari tiap unit
  • Standar IPAL bandara
    • Rekomendasi teknis yang diberikan berupa standar desain dan pengelolaan IPAL di wilayah bandara

Faktor-faktor yang menjadi pertimbangan dasar terkait IPAL antara lain: tahun awal dan tahun rencana desain, daerah pelayanan, pemilihan lokasi IPAL, jumlah populasi yang dilayani, standar acuan peraturan dan baku mutu efluen, karakteristik limbah cair, standar badan air, pemilihan proses pengolahan, energi dan kebutuhan sumber daya, tingkat ekonomi instalasi, dan perkiraan dampak lingkungan.

IPAL terminal 1 Bandara Ir. Juanda - Surabaya, tipe pengolahan biologis Aerated Lagoon
IPAL Bandara Ahmad Yani - Semarang, kapasitas 400 m3/hari, tipe pengolahan biologis Extended Aeration Activated Sludge
IPAL Bandara Adi Soemarmo - Solo, kapasitas 50 m3/hari, tipe pengolahan biologis Extended Aeration Activated Sludge
IPAL Bandara Pattimura - Ambon, kapasitas 19,66 m3/hari, tipe pengolahan biologis Coventional Activated Sludge

Kajian Review Pengelolaan Supply Air Bersih dan Air Limbah di Bandara Adi Soemarmo Solo

Kajian dilakukan dengan mengevaluasi seluruh komponen suplai air bersih dan pengolahan air limbah di Bandara Adi Soemarmo Solo sehingga fasilitas yang ada nantinya merupakan fasilitas terbaik dan memiliki sistem yang efisien dan andal. Dengan mempertimbangkan semua faktor dalam pemenuhan kebutuhan dan keandalan suplai air bersih dan pengelolaan instalasi pengolahan air limbah di bandar udara, berikut ruang lingkup kegiatan yang dilakukan:

  • Kajian Kebutuhan Air untuk Operasional Bandara
    Perhitungan kebutuhan air yang diperlukan penumpang, pengantar, tenant-tenant, perkantoran serta karyawan yang beroperasi di kawasan bandara termasuk acuan sebagai dasar pemenuhan kebutuhan air di kawasan bandara yang digunakan sebagai standar untuk melakukan review pengelolaan suplai air bersih dan kapasitas instalasi pengolahan air limbah di Bandara Adi Soemarmo Solo.
  • Potensi Sumber Daya Air untuk Air Baku
    Potensi alternatif sumber air bersih yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih untuk kawasan bandara dengan mempertimbangkan beberapa hal:
    – Regulasi atau ketentuan yang berlaku di wilayah setempat;
    – Kesiapan stakeholder/perusahaan penyedia air minum di sekitar bandara;
    – Kondisi dan letak geografis bandara;
    – Kesiapan SDM yang akan mengelola termasuk alternatif mekanisme pengelolaan sumber air bersih.
  • Review Suplai Air Bersih
    Pembuatan neraca air bandara sehingga dapat diketahui apakah suplai dan kebutuhan yang saat ini berlangsung sudah sesuai atau akan masih belum memenuhi kebutuhan. Selain itu, dilakukan proyeksi terhadap kebutuhan air yang akan datang dan pengembangan suplai air selanjutnya, sehingga dapat diperkirakan rencana besaran kebutuhan suplai air bersih dengan kondisi surplus.
  • Review Kondisi Pengolahan Air Limbah
    Review kinerja unit pengolahan limbah dan kualitas efluen. Dengan demikian, dapat diketahui apakah unit pengolahan limbah saat ini sudah sesuai dengan perencanaan dan peruntukkannya hingga ke tahap pengembangan bandara. Pada review ini, akan diketahui efektivitas dan efisiensi dari setiap unit pengolahan.

Reservoir di Bandara Menampung Sumber Air Bersih dari PDAM
Bak Kontrol: Pipa dari Deep Well dan dari Reservoir PDAM
Sand Filter & Carbon Filter sebagai Unit Pengolahan Air Bersih Bandara
Bagian Dalam IPAL Eksisting Bandara
Bak Aerasi (Extended Aeration) IPAL Eksisting Bandara
Outlet IPAL Eksisting Bandara